Jumat, 10 Maret 2017

KELUARGA HEBAT

Sepasang suami istri di kampung saya memiliki 9 anak. Sehari-hari mereka sebagai petani, den gan kehidupan yang pas-pasan secara materi.

Saat anak sulungnya menginjak kelas 3 SMA, sang istri menghembuskan nafas terakhir saat sujud shalat isya.

Qadarullah, tinggallah sang suami dengan merawat kesembilan anaknya sendiri.

Tak ada yang spesial yang diperbuat sang suami selain melanjutkan tradisi yang telah mereka bangun semenjak awal pernikahan yakni menjaga shalat (fardhu dan tahajjud), mengaji (baca al Qur'an), dan penugasan.

Penugasan yang dimaksud adalah masing masing anak diberi tanggungjawab. Anak tertua bertanggungjawab atas adik yang pertama dan kedua. Adik yang pertama bertanggungjawab atas adik ke-3 dan ke-4, begitu seterusnya.

Masyaallah, 20 tahun kemudian semua anak-anaknya menyelesaikan sarjana dan produktif semua.

Sahabatku yang setia!

Keluarga hebat lahir dari pengorbanan yang hebat. Ia bukan keluarga yang hadir laksana air yang mengalir begitu saja. Juga bukan keluarga yang tiba-tiba jadi hebat alias sim salabin. Tetapi melewati serangkaian proses yang luar biasa. Dalam hal ini, peran suami dan istri atau ayah dan ibu memiliki andil yang handal.

Berikut beberapa langkah mewujudkan keluarga hebat:

Pertama, memiliki orientasi yang jelas. Suami istri sudah sepatutnya mempunyai gambaran keluarga yang jelas. Ibarat sebuah rumah, sipemiliknya harus memiliki rancangan rumah yang jelas, semisal luas rumah, desainnya bergaya lokal atau luar, berapa jumlah kamar, penataan ruang, cat rumah, berapa lantai, dan lain sebagainya. Harus jelas dengan detil diawal sebelum rumah dibangun.

Mahligai rumah tangga juga begitu, konsepnya harus jelas dari awal. Dalam islam, konsep keluarga itu secara umum adalah berbasis Al Qur'an dan Sunnah Nabi.

Secara khusus, misalnya anak-anak dari kecil sudah diajarkan shalat dan membaca Al Qur'an, anak-anak dari kecil sudah diajarkan bagaimana mencintai Nabi Saw, suami istri berkomitmen anti riba, suami istri berkomitmen ikut halaqoh atau pengajian minimal sekali seminggu, istri berkomitmen menutup aurat tatkala di luar rumah. Berkomiten menegakan sunnah nabi dalam aktivitas harian seperti  makan, tidur, jimak, adab di kamar mandi, dan lainnya.

Jadi orientasinya adalah keta'atan kepada Allah Swt. Inilah orientasi terbaik umat manusia dalam membangun mahligai rumah tangga.

Kedua, membangun karakter yang kuat. Karakter atau akhlak yang baik mencerminkan kesempurnaan iman seseorang. Pada poin pertama sudah dijelaskan tentang orientasi yang jelas. Dengan konsisten pada orientasi tersebut, mulailah nampak karakter yang kuat. Karakter yang tercermin pada akhlakul karimah. Anak-anak yang tekun beribadah, anak-anak yang ta'at pada orang tuanya, suami istri yang harmonis, memuliakan tetangga, terlatih mengucapkan salam, berlaku sopan, pribadi yang santun, ringan lisannya menyapa sesama, dan lain sebagainya. 

Ketiga, Produktivitas yang tinggi. Pribadi yang menawan (beriman dan berakhlak baik) biasanya memiliki produktivitas yang baik pula. Dalam hal ini, produktivitas tersebut tinggal digenjot saja. Bagaimana menggenjotnya? Tentu dengan kreativitas. Kreativitas muncul dari proses pembelajaran yang tak kenal henti. Semisal, evaluasi diri yang terus menerus, banyak membaca buku, mendengarkan kajian-kajian ilmu, menerima kritik dan saran orang lain dengan senang hati, dan memohon petunjukNya lewat do'a-do'a yang khusyuk.

Keempat, memiliki sikap rendah hati (tawadhu'). Ada pepatah yang berbunyi,"Air beriak tanda tak dalam", atau "Tong kosong nyaring bunyinya". Artinya, siapa saja yang menyombongkan diri itu pertanda ia tengah menunjukkan kelemahan dan kehinaan dirinya. Seperti halnya tong kosong tatkala dipukul bunyinya nyaring. Kedengarannya memukau, tetapi isinya ompong melompong. 

Sementara pepatah berikutnya berbunyi, "Air tenang menghanyutkan". Ini berarti bahwa orang-orang yang tawadhu' (rendah hati) justru menunjukkan kapabilitas diri yang tinggi. 

Bagi seorang pengawas ujian kenaikan tingkat, "Peserta yang Tenang pertanda siap". Siapa saja yang memiliki ketenangan dalam hidupnya, itu pertanda bahwa ia telah siap menjalani kehidupannya dengan baik.

Orang yang tenang tidak pernah pamer. Sementara orang yang tidak siap menjalani kehidupan ini, ia cenderung gelisah, dan untuk menutupi kegelisahannya itu ia perlu pamer. 

Orang yang rendah hati pertanda dirinya tinggi (pribadi berkualitas), sementara orang yang rendah diri itu juga pertanda bahwa ia tinggi hati (pribadi angkuh, sombong). Begitupula halnya dengan keluarga. Tatkala pasutri yang menaunginya berjiwa tawadhu', itu menunjukkan bahwa keluarga yang mereka bangun adalah keluarga hebat. Wallahu alam bisshowab!

(Ditulis oleh Baba Ali Praktisi Ketahanan Keluarga, Pengasuh Samara Center)

Rabu, 08 Maret 2017

Soal IPA

Soal PKn

1. Manusia butuh berenergi untuk beraktivitas, sumber energi yaitu . . . .
a. listrik
b. pertamax
c. makanan

2. Benda yang menghasilkan panas yaitu . . . .
a. AC
b. setrika
c. kipas angin

3. Sumber energi untuk menyalakan televisi adalah ....
a. listrik
b. gas
c. batu baterai

4. Benda yang menghasilkan bunyi adalah ....

a. senter
b. kayu
c. terompet yang ditiup

5. Benda yang menghasilkan energi panas adalah ....

a. lilin yang padam
b. setrika yang sedang hidup
c. bel yang dipencet

6. Benda yang menghasilkan cahaya adalah ....

a. senter
b. gitar
c. speaker

7. Alat transportasi yang digerakkan oleh tenaga manusia adalah....

a. delman
b. becak
c. taksi

8. Alat musik menghasilkan energi....

a. panas
b. bunyi
c. cahaya

9. Matahari menghasilkan dua energi sekaligus yaitu ....

a. panas dan cahaya
b. panas dan suara
c. suara dan cahaya

10. Sumber energi untuk menyalakan kompor yaitu ....

a. api
b. gas elpiji
c. baterai

11. Blender yang ditancapkan pada listrik, menghasilkan energi....

a. cahaya
b. gerak berputar
c. panas

12. Penggunaan energi tanpa dibatasi, bisa menyebabkan....

a. boros
b. Irit
c. hemat energi

13. Jam tangan dapat menyala karena energi ....

a. listrik
b. batu baterai
c. minyak tanah

14. Saat belajar di malam hari, kita membutuhkan cahaya....

a. senter
b. matahari
c. lampu belajar

15. Batu Baterai menjadi sumber energi untuk menghidupkan....

a. kipas angin
b. remote
c. kompor

16. Saat siang hari, kita membutuhkan energi cahaya di ruang tamu, sebaiknya menggunakan cahaya...

a. lilin
b. lampu
c. matahari

17. Kipas angin menghasilkan angin karena baling-baling....

a. menyala
b. bergerak
c. panas

18. Api unggun menyala dengan lama karena berbahan bakar...

a. kertas
b. kayu
c. gas

19.  Sepeda motor memerlukan bahan bakar....

a. pertamax
b. minyak
c. kayu

20.  Manusia yang tidak makan dari pagi sampe malam, maka mengalami....

a. tubuh kuat
b. tubuh lemas
c. tubuh segar

21. Agar hemat energi cahaya saat pagi hari , maka kita perlu melakukan....

a. membuka gorden dan jendela rumah
b. menyalakan semua lampu
c. menyalakan lampu senter

22. Matahari terbit pagi hari dari arah ....

a. atas
b. timur
c. barat

23. Perusahaan yang menyediakan listrik di rumah masyarakat adalah ....

a. PLN
b. Telkom
c. Kantor pajak

24. Setrika berguna untuk....

a. mencuci baju
b. mengeringkan baju
c. merapikan baju

25. Rumah Navis dekat dengan mushola, untuk menghemat energi, sebaik nya Navis ke mushola menggunakan....

a. jalan kaki
b. sepeda motor
c. mobil

Tuliskan jawabanmu pada lembar jawab yang tersedia!

1. Batu baterai dapat dipakai untuk menghidupkan ....

2. Sumber energi listrik berguna untuk menghidupkan ....

3. Kompor yang ada di rumah kamu, menggunakan sumber energi....

4. Contoh benda yang menghasilkan energi cahaya yaitu ....

5. Benda yang menghasilkan cahaya panas yaitu ....

6. Bahan bakar kendaraan bis yaitu ....

7. Alat musik menghasilkan energi....

8. Mesin AC diberi pengaturan waktu saat menyala, supaya....

9. Lampu-lampu di rumah dinyalakan pada waktu....

10. Sinar matahari berguna untuk....

Iii. Uraian
1. Sebutkan 3 sumber energi !
2. Tulislah 3 energi yang dihasilkan peralatan di rumah !
3. Sebutkan peralatan yang memerlukan listrik !
4. Menggunakan listrik harus hati-hati karena ?
5. Sebutkan cara menghemat energi listrik di rumahmu?